Ini harusnya menjadi tahun ke-lima
kami bersama.
Andai kami cukup dewasa menjadikan
hubungan ini lebih bermakna, bukan
hanya cerita yang terbengkalai dan
harus dilupakan.
Tepat tanggal 7 juli adalah hari
jadi kami, dan kebetulan juga bersamaan dengan hari ulang tahunnya (ga kebetulan juga sih, emang disengaja... hehehe :p). Waktu itu, kami seperti layaknya remaja yang menggebu
dengan sejumput cinta.
Saya suka pria rebel, seperti dia.
Saya suka pria yang selalu bersikap ksatria
dalam kondisi apapun, seperti dia.
Saya suka pria yang tidak takut apapun,
seperti dia. Walaupun saya pernah mendengarnya menangis dan
bertingkah layaknya pria kecil dengan
popok dibalik celananya.
Oke cukup tentang dia...
Waktu itu saya pikir kami pasangan
yang ter-'cool' abad ini.
Kami terlalu cuek dengan segala
pandangan orang-orang diluar sana
yang men'judge' kami adalah pasangan
rebel tanpa aturan. Siapa yang peduli?
Dunia ya cuma ada kami. Susah, sedih,
miskin, melarat, kelaparan, nafsu,
cinta, dan segala hal menjadi satu.
Kita pernah menggambarkan gaya kita
seperti Radith dan Jani.
Tapi kami bahagia. Sangat bahagia
untuk menjadikan hubungan ini
terlihat normal.
Dan kenyataannya, kami sakit! Seperti
sakit jiwa.
Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan kuliah di Semarang,
berat buat kami menjalani hubungan jarak jauh..
Terlalu banyak kekhawatiran dan ketakutan..
Kami terlalu takut cinta kami di rebut orang dan tidak bisa mempertahankan ‘kita’...
Hidup kami penuh dengan
keterbatasan, aturan yang tidak
masuk akal, terlalu banyak
ketidakpatuhan, terlalu ingin memiliki,
terlalu ...hemm.. semua serba terlalu.
Lalu, kami semakin merasa
terkungkung. Masing-masing mulai
mencari celah agar bisa sedikit
bernafas.
Tapi, lambat laun celah itu membesar
dan akhirnya menghasilkan jarak.
Kami memang masih saling mencinta,
namun saya tak ingin memiliki.
Mungkin dia berfikir yang sama.
Kami sudah bertindak jauh dengan
menghasilkan ketidakbebasan.
Kami hanya perlu sedikit lebih bebas,
lepas dari kejengahan.
Dan apa yang kami takutkan selama ini terjadi,
Dia menemukan sosok yang baru,
wanita yang ditemuinya selama saya tidak ada di sampingnya.. hiksss..
dan smuanya membuat saya terlalu sakit dan terlalu rapuh mempertahankan kita..
Mungkin kami memang hanya perlu waktu empat tahun untuk membuktikan bahwa kami memang payah.
Pasangan terpayah. Buktinya, kami tak bisa
bertahan. Sulit untuk membuktikan
bahwa kami normal.
Ini hanya sekilas kisah lalu.
Happy 5th anniversary & happy birthday Dear...
Maaf kalau tahun ini kita tak bersama.
Mungkin yang lebih baik telah
menunggu kita, agar bisa lebih
bahagia.
Bahagia selalu yah walau bukan aku yang jadi alasan kamu bahagia..
Aku selalu cinta dan sayang kamu, dear..
bersemangaatt...
Keep Rockin' \m/
Kamis, 07 Juli 2011
Senin, 04 Juli 2011
Entah...
Entah apa yang harus aku tulis..
Tapi rasa-rasanya hati ini ingin mengungkapkan sesuatu,
sesuatu yang seolah-olah ingin tumpah..
sudah sangat ingin.. namun entah...
Seperti yang aku rasakan sekarang, bingung, dilema dan entah..
Sesak rasanya..
Aku sendiri,
Aku kesepian,
Aku butuh kamu..
Tapi, kamu yang mana?
Kamu yang ini atau kamu yang itu?
Apa aku terlalu banyak minta..??
Ahhh... entahlah...
Aku tertawa, namun hatiku menangis,
Aku menari, namun sesungguhnya aku rapuh,
Aku tersenyum dan air mataku jatuh..
Kemana kita yang dulu?? kemana janji manis kita??
Haruskah kita lupakan itu semua??
Sedangkan aku di sini memperjuangkan kita..
Haruskah aku terus-terusan berpura-pura seolah-olah kita baik-baik saja? Sedangkan kita sedang sakit.. Haruskah aku membohongi hatiku? sedangkan melihatmu saja aku ingin menangis..
Ya Tuhaaaannnn...
Hhh... entahlah...
Aku ingin kamu kembali, kembali kepelukanku dan membuat kebahagian yang dulu pernah kita impikan..
Menari bersama dilantai dansa itu.. ingin melihat kamu tertawa karna melihat aku melakukan kebodohan.. atau Cuma sekedar diam dan dengarkan semua keluh kesahmu..
Aku merindukan kita yang dulu, sayang..
Tapi tolong kembalikan hati aku yang dulu, yang sebelum kamu hacurkan.. setelah itu kembali padaku..
Eh tunggu.. apa kamu merasakan apa yang sedang aku rasakan? Apakah kamu masih menginginkaku?? Atau.....???????
Ahh.. entahlah....
Tuhaaaaannnnn...
Aku tidak bisa berkata2 lagi..
Terlalu sakit hati ini, terlalu dalam luka yang dia beri, dan terlalu rindu hati ini padanya..
izinkan aku menciptakan pelangi bersamanya.. hanya itu, Tuhan.. hanya itu..
hhh...
skali lagi aku hanya bisa menghela nafas..
tak mampu berkata-kata..
bingung, dilema dan entah..
Sudahlah kalau dia tidak berubah biar aku saja yang berubah, semampu aku.. dan entah sampai kapan..
Langganan:
Komentar (Atom)
