Senin, 28 Januari 2013

i never ruin your mascara


Dia tau saya sakit..
Sekarat..
Dan hampir mati..
Diapun ikut melebur menjadi satu dengan hujan kesedihan..
Dia memilih menjadi bisu.. 
diam..
Dia memilih hening.. 
tapi saya tahu, dia ingin berontak, 
kemudian saya biarkan dia jatuh..


Dia juga tahu saya bahagia.. 
terbang.. 
dan jatuh cinta..
Diapun seperti musim semi yang kering..
Karena, 
dia ingin tetap ada di sana..
Ingin terus bermain, 
ingin terus berkedip, 
ingin terus tertawa, 
ingin terus melihat..
Kemudian saya berjanji, untuk tidak membuatnya jatuh lagi..
Saya berjanji untuk tidak akan menurunkan hujan kesedihan lagi..
Karena..

      “wanita cantik tak seharusnya menangis, 
          dan membiarkan mascaranya luntur..”


*** ada yang bilang wanita terlihat cantik ketika menangis… tapi buat saya, wanita terlihat cantik ketika jatuh cinta, dengan mascara yang tetap dimatanya tanpa pernah luntur..



Selasa, 16 Oktober 2012

Jingga pada matahari terbenam

Jingga, ayo masuk nak!”
“iya ibuuu, sebentar lagi. Jingga mau lihat matahari terbenam”
“tapi diluar hujan, ayo nak masuk!”

ah! ibu selalu saja…
Tahukah ibu? Ketika matahari terbenam,
dia selalu datang.

Hey, kamu.. kita bertemu lagi ya besok. Iya di sini.
Tapi jangan sampai Ibu tahu.
Janji yah…

***
“Jingga, kenapa kamu suka melihat matahari terbenam?”
“Tak apa, matahari itu cantik ketika terbenam, warnanya pun cantik…”
“Jingga, kamu tahu? Matahari itu seperti kamu, selalu ada untuk menghangatkanku..”
“masa? Jangan bohong!”
“aku tak pernah bohong Jingga. Lihat, matahari itu bulat seperti wajahmu.”
“Hemm, baiklah kalau begitu panggil aku dewi matahari”
“Tidak, aku akan tetap memanggilmu Jingga, Jingga, Jinggaaaaaa..”

“Jingga ayo masuk!!”

Hhhh.. lagi-lagi Ibu datang.. besok kita bertemu lagi yah…

***

“Mas, sudah yah. Kasihan Jingga menunggu di luar . sudah hampir malam, aku takut dia masuk angin..”
“Tapi besok aku datang lagi yaa…”
“iya Mas, bisa mati aku karna rindu.. hihihihi.. Eh jangan lewat situ! Jingga sedang duduk di situ…”

***

“Jingga…”
“Iya..?”
“kamu sedang apa?”
“Sedang bermain…”
“Dengan siapa?”
“Dengan bayangan.. sebentar lagi matahari terbenam, bayangan pasti pergi”
“Jingga ketika bayangan pergi, kamu sedih?”
“Iya..”
“Kalau kamu ikut serta mau?”
“Mau..”
Hey Ibu datang… besok kita main lagi…

***

“Mas, maasss.. sudaahhh.. aku sudah letih..besok kita lanjutkan lagi”
“Murni, sedikit lagi, kamu tahu kan kita baru beberapa jam, aku bayar kamu penuh hari ini..”
“aku ngerti mas, tapi aku punya Jingga, dia belum makan. Dari pagi aku mengurusi pria-pria kehausan. Menelantarkan anakku. Kasihan dia, kena angin laut dari pagi hingga petang…”
“oke.. oke.. sudah, cukup! Aku pergi. Tap janji besok harus lebih lama dari ini!”
“siippp beres…”

***

“Hey Jingga…”
“Iya?”
“kamu pernah bosan bermain denganku”
“Tidak..”
“kenapa?”
“Tak apa. Aku suka berada di sini, jauh dari rumah, rumahku yang bau apek. Aku lebih suka bau laut”
“Ibumu datang..”
Iyah aku tahu, sampai besok…

***

“Jingga, dengarkan Ibu. Jingga, kita hanya berdua di rumah ini, ibu bekerja, dan Jingga bermain. 
Jingga tahu? Ibu khawatir ketika Jingga bermain di laut. Di sana itu berbahaya. Ibu mau Jingga di sini, di rumah. Supaya Ibu tidak khawatir. 
Jingga tahu? Ibu tidak bisa bekerja, ibu memikirkan Jingga. Sudahkah Jingga makan? Sudahkah jingga mandi? Adakah yang menggaggu Jingga diluar? 
Jadi, Jingga mau kah berhenti main di laut?”  

"iya Ibu…”

***

Ibu… tahukah ibu, suara itu sangat mengganggu….

***

Ibu.. Jingga tak suka orang itu pegang-pegang Ibu..
Jingga tak suka orang itu peluk-peluk ibu.

***

Ibu.. Jingga mau main di laut.
Ibu… Jingga tak suka bau ini.
Bau keringat.
Ibu.. Jingga mau menghirup bau laut.
Jingga mau bermain dengan matahari.
Ibu.. biarkan Jingga bermain dengan mereka.

***

Tak apa Jika seharian Jingga diluar,
tak  apa jika seharian Jingga  belum makan.
Tak apa ibu…
Tak apa Jingga menunggu ibu dilaut..
Jingga mau main di laut ibu…

***
Tahukah ibu? Jingga lebih suka melihat ibu sehabis matahari tenggelam..
Jingga lebih suka melihat ibu tanpa peluh.
Jingga suka mencium ibu yang memakai wewangian mawar.
Jingga suka ibu memakai baju indah.
Jingga suka ibu terlihat cantik.
Bukan seperti ini…
telanjang,
berminyak,
penuh peluh,
kotor,
bersama pria.


Ibu… Jingga sayang ibu…


Minggu, 14 Oktober 2012

I'M BACK \^__^/


helloo...helloo.. helloo.. I'M BACK! *berbicara ala2 Arnold Shwarzenegger* hahahahahaha...
sudah sangat lama gue ga tengok2 atau bukan ni blog.. sudah hampir setahun lebih gue ga nulis atau cerita2 disini, bukan karna gue sombong atau ga ada bahan buat nulis atau gue sudah menemukan media baru buat curhat.. BUKAN.. tapi, karna gue mmm... lupa password-nya.. iya LUPA PASSWORD! hahahaha.. bodoh? EMANG.. hahahahaha..

sebenernya banyak banget cerita2 yang pengen gue ceritain.. mulai dari doa-doa gue yang satu per satu dijawab Tuhan sampe tai-tai nya cinta yang gue alami... tapi apakah ga terlalu basi untuk gue jabarin yah.. udah lama banget soalnya.. bukan cuma basi tapi akan membuka luka lama gue.. yang sebenernya sampai detik ini pun masih belum 100% sembuh..
entah karna gue belum siap move on atau emang luka itu terlalu dalam..
gue ga bisa dengan jelas mendeskripsikan luka itu.. yang pasti lubang di hati gue sudah teramat sangat lebar, luka dan membusuk... mungkin seperti itulah gambaran luka gue (* nah itu bisa neng lo gambarin) hahahahahaha..
kira2 seperti itulah kondisinya.. parah? emang sudah sangat parah.. bahkan sudah sampai kronis... hahahahaha..
sudahlah.. sudah cukup basa basinya.. sudah kebasian.. hahahaha...
gue sudah mulai merasakan energi kegalauannya.. (*FYI kalau nanti ternyata lo menemukan postingan curhatan2 tentang masa lalu jangan heran yah anggep aja gue masih ABeGe.. HAHAHAHAHAHA)
gue janji setelah ini gue akan terus menulis tentang apapun yang gue rasain, yang ada di hati dan pikiran gue *finger crossed* :D 


salam cantik kawan ;p

Kamis, 07 Juli 2011

Kisah Lalu

Ini harusnya menjadi tahun ke-lima
kami bersama.
Andai kami cukup dewasa menjadikan
hubungan ini lebih bermakna, bukan
hanya cerita yang terbengkalai dan
harus dilupakan.
Tepat tanggal 7 juli adalah hari
jadi kami, dan kebetulan juga bersamaan dengan hari ulang tahunnya (ga kebetulan juga sih, emang disengaja... hehehe :p). Waktu itu, kami seperti layaknya remaja yang menggebu
dengan sejumput cinta.
Saya suka pria rebel, seperti dia.
Saya suka pria yang selalu bersikap ksatria
dalam kondisi apapun, seperti dia.
Saya suka pria yang tidak takut apapun,
seperti dia. Walaupun saya pernah mendengarnya menangis dan
bertingkah layaknya pria kecil dengan
popok dibalik celananya.
Oke cukup tentang dia...

Waktu itu saya pikir kami pasangan
yang ter-'cool' abad ini.
Kami terlalu cuek dengan segala
pandangan orang-orang diluar sana
yang men'judge' kami adalah pasangan
rebel tanpa aturan. Siapa yang peduli?
Dunia ya cuma ada kami. Susah, sedih,
miskin, melarat, kelaparan, nafsu,
cinta, dan segala hal menjadi satu.
Kita pernah menggambarkan gaya kita
seperti Radith dan Jani.
Tapi kami bahagia. Sangat bahagia
untuk menjadikan hubungan ini
terlihat normal.
Dan kenyataannya, kami sakit! Seperti
sakit jiwa.

Sampai pada akhirnya dia harus melanjutkan kuliah di Semarang,
berat buat kami menjalani hubungan jarak jauh..
Terlalu banyak kekhawatiran dan ketakutan..
Kami terlalu takut cinta kami di rebut orang dan tidak bisa mempertahankan ‘kita’...

Hidup kami penuh dengan
keterbatasan, aturan yang tidak
masuk akal, terlalu banyak
ketidakpatuhan, terlalu ingin memiliki,
terlalu ...hemm.. semua serba terlalu.

Lalu, kami semakin merasa
terkungkung. Masing-masing mulai
mencari celah agar bisa sedikit
bernafas.
Tapi, lambat laun celah itu membesar
dan akhirnya menghasilkan jarak.
Kami memang masih saling mencinta,
namun saya tak ingin memiliki.
Mungkin dia berfikir yang sama.
Kami sudah bertindak jauh dengan
menghasilkan ketidakbebasan.
Kami hanya perlu sedikit lebih bebas,
lepas dari kejengahan.
Dan apa yang kami takutkan selama ini terjadi,
Dia menemukan sosok yang baru,
wanita yang ditemuinya selama saya tidak ada di sampingnya.. hiksss..
dan smuanya membuat saya terlalu sakit dan terlalu rapuh mempertahankan kita..

Mungkin kami memang hanya perlu waktu empat tahun untuk membuktikan bahwa kami memang payah.
Pasangan terpayah. Buktinya, kami tak bisa
bertahan. Sulit untuk membuktikan
bahwa kami normal.
Ini hanya sekilas kisah lalu.

Happy 5th anniversary & happy birthday Dear...
Maaf kalau tahun ini kita tak bersama.
Mungkin yang lebih baik telah
menunggu kita, agar bisa lebih
bahagia.
Bahagia selalu yah walau bukan aku yang jadi alasan kamu bahagia..
Aku selalu cinta dan sayang kamu, dear..
bersemangaatt...


Keep Rockin' \m/

Senin, 04 Juli 2011

Entah...

Entah apa yang harus aku tulis..
Tapi rasa-rasanya hati ini ingin mengungkapkan sesuatu,
sesuatu yang seolah-olah ingin tumpah..
sudah sangat ingin.. namun entah...

Seperti yang aku rasakan sekarang, bingung, dilema dan entah..
Sesak rasanya..
Aku sendiri,
Aku kesepian,
Aku butuh kamu..
Tapi, kamu yang mana?
Kamu yang ini atau kamu yang itu?
Apa aku terlalu banyak minta..??

Ahhh... entahlah...

Aku tertawa, namun hatiku menangis,
Aku menari, namun sesungguhnya aku rapuh,
Aku tersenyum dan air mataku jatuh..

Kemana kita yang dulu?? kemana janji manis kita??
Haruskah kita lupakan itu semua??
Sedangkan aku di sini memperjuangkan kita..
Haruskah aku terus-terusan berpura-pura seolah-olah kita baik-baik saja? Sedangkan kita sedang sakit.. Haruskah aku membohongi hatiku? sedangkan melihatmu saja aku ingin menangis..

Ya Tuhaaaannnn...
Hhh... entahlah...

Aku ingin kamu kembali, kembali kepelukanku dan membuat kebahagian yang dulu pernah kita impikan..
Menari bersama dilantai dansa itu.. ingin melihat kamu tertawa karna melihat aku melakukan kebodohan.. atau Cuma sekedar diam dan dengarkan semua keluh kesahmu..
Aku merindukan kita yang dulu, sayang..
Tapi tolong kembalikan hati aku yang dulu, yang sebelum kamu hacurkan.. setelah itu kembali padaku..
Eh tunggu.. apa kamu merasakan apa yang sedang aku rasakan? Apakah kamu masih menginginkaku?? Atau.....???????

Ahh.. entahlah....

Tuhaaaaannnnn...
Aku tidak bisa berkata2 lagi..
Terlalu sakit hati ini, terlalu dalam luka yang dia beri, dan terlalu rindu hati ini padanya.. 
izinkan aku menciptakan pelangi bersamanya.. hanya itu, Tuhan.. hanya itu..

hhh...
skali lagi aku hanya bisa menghela nafas..
tak mampu berkata-kata.. 
bingung, dilema dan entah..

Sudahlah kalau dia tidak berubah biar aku saja yang berubah, semampu aku.. dan entah sampai kapan..








Selasa, 28 Juni 2011

Hujan

Mencari sesuatu yang membantu ketenangan hati...

Perempuan penyuka keindahan, ketenangan, dan cinta

Begitupun saya....
saya suka hujan
Hujan itu refleksi jiwa...Rintik-rintik, deras, badai..
Saya suka rangkaian hujan...

Mendung
mendung itu seperti sedih yang tertahan


terkadang terselip petir
seperti beberapa kejut amarah

namun kadang kala petir dapat membuat keindahan...
warna yang menyala dikala gelap...


lalu hujan turun rintik-rintik
seperti butiran air mata 
Saya sering menangis tertahan...
hingga dada sesak...namun itu tak pernah membuat saya lega..


Saya suka hujan deras, lebih apa adanya, lebih nyata, lebih terasa..
lebih nyata
seperti emosi yang meluap
 

Setelahnya, hujan mereda, dan kemudian saya bercinta dengan mereka...
lebih hangat dan merasa terlindungi (how i miss that moment)...
terdekap. sunyi. kadang berjalan berpayungan. canda tawa.di bawah hujan.
bercinta, mencinta ,dan dicinta oleh dan karena hujan



Hujan mengingatkan saya tentang kejadian waktu itu
Malam. sepi. hujan. dia. lirik. Joshua Radin dan brand new day.
Saya ingin pulang, namun tertahan.
Beberapa jam menunggu hujan reda..
Dilain keadaan (namun masih hujan), sembari menunggu, saya melakukan aktivitas yang membuat saya selalu 'high'...
Bercinta dengan kata-kata, untuk seseorang yang membuat saya suka, melayang, tersenyum, dan mencintai hujan.

Kami berbincang, dia terlihat senang, mungkin karena hujan...

atau karena Joshua Radin dan brand new day-nya?
mungkin keduanya,, (berharap 'mungkin karena saya')...
Saya ingin pulang, namun masih terus hujan..
Seketika dia berucap

“kenapa ga hujan2an aja neng
Kan ke rumah dekat
It would be fun
If i near u, bakal gue tarik main ujan2an”


Saya 'flying high', muka memerah, senyum melebar, dan langsung berangan.
Kalau saja dia ada didepan saya, maka pelukpun akan mendarat dengan hangatnya...
I'm so in love with you...
Sama seperti cinta saya terhadap hujan, bahkan lebih dari itu.
Ini mungkin gila,
Namun rasa ini nyata, deras. Seperti hujan...
Dia itu mendung, petir, rintik-rintik, dan hujan deras dari segala rasa yang saya punya.
Namun,  kali ini saya 'gurun' yang menanti hujan...
Ntah kapan dia datang, yang pasti selalu ada 'harap'...







Nite world...